Saturday, December 5, 2015

Nenek Pemungut Daun yang Bershalawat

  No comments

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka.

Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh.

Usai berjualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu.

Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur.

Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid.

Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara seperti itu.

Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.

Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, sang nenek datang dan langsung masuk masjid.

Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. (Tidak ada satu pun daun terserak di situ.)

Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya.

Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.

“Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.

Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat:

pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya;

kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya.

“Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak saya jalankan dgn benar…”

“Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad.”

“Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”



Ngubek ngubek seluruh kitab pun ngak akan nemu dalil shohih baca shalawat keatas daun 

namun mampukan qolbu kita menangkap pesan moral yg dalam ini.... wujud kecintaan, kesederhanaan.... pengaharapan untuk mendapatkan rahmat dan syafaat...


Inilah Islam..inilah agama rahmatan lil alamin yg dibawa oleh Rasullulahu 
tercinta...



“Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Zat Mu-hammad yang halus dan tunggal; matahari langit rahasia tempat pemunculan cahaya; pusat peredaran kebesaran; dan kutub falak keindahan.
Ya Allah dengan rahasianya di sisi-Mu dan dengan perjalanannya kepada-Mu amankanlah rasa takutku; ku-rangilah kesalahanku; lenyapkanlah kesedihan dan ke-tamakanku; dan jadilah penolongku. Bawalah aku kepada-Mu, karunialah aku fana terhadapku, dan janganlah Engkau jadikan diriku mendapat cobaan dari nafsuku. Singkapkanlah bagiku semua rahasia yang tersembunyi, duhai Tuhan Yang Maha hidup dan Maha mandiri.”

No comments :

Post a Comment